Menghasilkan Ayam Aduan Bangkok Terbaik Dengan Rekayasa Genetik

Menghasilkan Ayam Aduan Bangkok Terbaik Dengan Rekayasa Genetik – Taukah anda jika umumnya peternak ayam aduan di Indonesia terutamanya pemula begitu fanatik dengan trah juara. Juara dikawinkan dengan juara, tetapi mengapa anakannya tidak ada yang juara? Ini memunculkan pertanyaan yang tetap ada serta menghantui.

Menghasilkan Ayam Aduan Bangkok Terbaik Dengan Rekayasa Genetik

Menghasilkan Ayam Aduan Bangkok Terbaik Dengan Rekayasa Genetik

Satu diantara sebabnya mungkin sebab indukan yang dipakai ialah geno-typenya tidak seragam alias berantakan. Oleh karena itu dibutuhkan ternak dengan “eksperimen genetik” untuk menyeragamkan geno-type lewat proses ternak yang lebih terintegrasi, tersistematis atau terpola dengan benar dan baik. Bukan hanya ayam juara saja.

Buat sahabat penghobi ayam pertandingan terutamanya beberapa peternak, ini ada dikit artikel tentang beberapa tehnik breeding (beternak) lewat cara yang lebih sistematis hingga juga bisa dikatakan sebagai ‘Rekayasa Genetika’ yang oke sebab telah dapat dibuktikan pada burung merpati.

Tetapi mungkin di antara teman-teman ada yang lebih memiliki pengalaman serta telah temukan langkah ternak yang lebih baik. Tetapi sekurang-kurangnya artikel ini dapat meningkatkan wacana tentang bagaimanakah cara beternak yang baik dengan tehnik kekinian sesuai teori genetika beberapa ilmuan. Tidak ada kelirunya selalu tingkatkan wacana.

Sebelum mengulas lebih dalam mengenai teori genetika, sebaiknya kita kenal lebih dulu beberapa kata yang ada pada artikel ini supaya tidak berlangsung salah penafsiran.

1. Inbreed : Perkawinan di antara dua individu yg mempunyai jalinan darah begitu dekat. Yakni : Ibu dengan anak, bapak dengan anak serta anak versus anak.

2. Line breed : Perkawinan dua individu yg mempunyai jalinan darah tidaklah terlalu jauh. Contoh : Kakek dengan cucu, paman dengan keponakan, dan lain-lain.

3. Cross breed : Perkawinan di antara 2 individu yang tidak mempunyai jalinan darah. Atau minimum jalinan darahnya begitu jauh.

4. Super breed : Individu yang tetap dapat turunkan sifat-sifat paling baik pada keturunannya.

5. Super fight : Individu yang diproyeksikan spesial untuk lomba/tarung.

Cara ini mempunyai tujuan untuk membuat satu populasi yang ada pada kandang dengan beberapa ciri genetika yang kira-kira sama (homogen). Contohnya, jika kita punyai 20 ayam di kandang, karena itu semua memiliki ciri kualitas ciri-ciri yang relatif sama (pasti tidak 100 persen sama, tetapi kalau berlainan tidaklah terlalu jauh). Dari persamaan ciri-ciri ini, kita akan dapat menimbulkan hasil ternak yang tetap konstan kualitasnya. Berarti, kita dapat memperoleh stock super breeder favorit yang selanjutnya dapat menimbulkan super fight.

Cara ini adalah peningkatan dari teori Gregory Mendel yang telah diubah. Aplikasinya dengan memakai prinsip Cross Breed, Inbreed serta Line breed dengan sistematis serta tertera dengan detil serta berkelanjutan.

Menurut opini Steven Van Breemen, jika kita sukses jalankan cara ini secara baik, karena itu kita bisa santai-santai saja nikmati hasilnya sepanjang 20 tahun lebih…!!

Seterusnya teori population genetics cuma pas diaplikasikan oleh peternak yang serius, berkelanjutan serta memiliki visi jauh ke depan, bukan hasil yang cepat. Jadi harus dengan diawali satu visi mengenai kualitas ayam yang nanti ingin kita hasilkan.

Jika serius serta ingin membuat kualitas ayam yang rata serta bagus, untuk periode waktu yang panjang, pasti harus dikerjakan dengan intens, perlu waktu, ongkos serta tenaga.

Baca Juga : Penyebab Telur Ayam Aduan Bangkok Anda Susah Menetas

error: Terima Kasih

Agen Sabung Ayam Online